Tampilkan postingan dengan label Influence. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Influence. Tampilkan semua postingan

Mbah Surip - I Love You Full



Ada yang tidak tahu tentang Mbah Surip? Tokoh fenomenal Indonesia, khusunya di dunia musik pada tahun 2009. Beliau melejit pesat lewat lagu reagee Tak Gendong Kemana-mana. Lagu berikutnya yang tidak kalah mantab adalah Bangun Tidur. Tukul Arwana bahkan mengatakan sempat akan membeli lagu itu dari Mbah Surip karena dia sudah yakin bahwa lagu itu akan melejit. Saat diwawancarai dalam Apa Kabar Indonesia Pagi, Tukul mengatakan demikian. Dia bahkan dengan gaya khas-nya, menyanyikan lagu itu dalam bahasa "Inggris". Get up sleeping, Sleeping again. Get up sleeping, sleeping again.

Saking fenomena nya si Mbah, sampai-sampai semua barang berbau Mbah Surip ini laku keras di pasaran. Mulai dari kaos, hingga ke RBT. Konon RBT nya menjadi RBT terlaris sepanjang masa. Mengapa bisa demikian?

Beberapa bulan lalu sebelum Mbah Surip melejit dengan hits pertamanya Tak Gendong, seorang teman saya penjual kaos menunjukkan sebuah desain kaos kepada saya. Gambarnya Mbah Surip. Saya tidak tahu siapa Mbah Surip itu. Desain kaosnya menampilkan gaya khas Mbah Surip dengan topi nya dan rambut gimbal mirip Bob Marley. Tapi dibawahnya ada tulisan, bukan Bob Marley. Saya tersenyum melihat desain itu, dan berkata good. Tapi saya tidak mengenal siapa dia. Lalu teman saya mengatakan, oh ini adalah tokoh reagee terkenal Indonesia. Saya pencinta musik, tapi reagee bukan salah satu genre yang sering saya dengarkan. Tak lama sesudahnya, Mbah Surip mulai muncul di televisi dan radio. Internet bahkan tidak henti-hentinya mempromosikan seorang Mbah Surip. Hampir semua stasiun televisi menampilkan seorang Mbah Surip, terutama di program infotainment.

Image dari seorang Mbah Surip benar-benar sudah melekat di hati dan pikiran orang Indonesia. Mulai dari cara tertawa yang khas, "Ha Ha Ha", kemudian slogan I Love You Full, semuanya tertanam dipikiran orang Indonesia. Kekuatan sebuah brand Mbah Surip benar-benar telah membius masyarakat. Saya bahkan teringat waktu saya sedang membeli sate ayam di dekat rumah saya, ada seorang anak kecil, dugaan saya masih SD atau bahkan TK. Dia dengan lancarnya menyanyikan Where... are you going...? Wow. Saya waktu itu berpikir, lagu ternyata bisa memberikan sebuah memory yang kuat ke anak-anak. Saya bahkan tidak yakin anak-anak Indonesia bisa mengena belajar bahasa Inggris di dalam kelas dibandingkan dengan metode mendengarkan lagu Mbah Surip.

Sekarang memang beliau telah tiada. Walau hanya sebentar melintas dibelantika musik Indonesia, namun kenyataannya, beliau dapat membius Indonesia

I Love You Full

Kisah Jenderal dan Mata Uang



Mungkin sudah banyak yang mendengar cerita yang satu ini. Saya terakhir diingatkan kembali saat kemarin sedang mendengarkan khotbah romo (baca pemimpin agama orang katolik) di gereja saya. Kisah tentang seorang jenderal dan mata uang.

Alkisah jaman dahulu kala ada seorang jenderal yang gagah berani, memimpin pasukannya maju perang. Disuatu perjalanan menuju medan perang, jenderal tersebut mendapatkan informasi bahwa kekuatan musuh yang akan dihadapinya jauh diatas kekuatan pasukannya. Hal ini menyebabkan mental pasukannya menjadi melemah dan takut menghadapi pertempuran itu. Jenderal tersebut kemudian berhenti disuatu tempat untuk berdoa. Tak lama kemudian, jenderal itu maju kehadapan pasukannya dan berkata "Prajuritku, sebentar lagi kita akan menghadapi musuh yang sangat hebat. Saya akan melempar sekeping uang logam ini keatas. Jika saat mendarat nanti gambar kepala yang berada diatas, itu artinya kita akan menang. Namun jika gambar ekor, kita kalah." Segenap prajuritnya diam seketika saat jenderal itu melemparkan uang keatas. Tak lama kemudian ternyata gambar kepala-lah yang berada diatas. Spontan seluruh pasukkan berteriak kegirangan seakan mendapat kekuatan yang luar biasa.

Tak lama kemudian, perang berkobar. Jenderal tersebut berhasil memimpin pasukannya memenangi perang tersebut. Pada saat perayaan kemenangan perang malam harinya, ada seorang panglima perang yang berkata kepada jenderal itu. "Jenderal, apa jadinya bila saat anda melemparkan koin yang diatas adalah ekor?"

Jenderal tersebut kemudian tertawa sambil menunjukkan mata uang yang dia lempar kepada panglimanya. Ternyata kedua sisi mata uang itu bergambar kepala semuanya.

Banyak orang yang percaya atau yakin dengan suatu hal yang menurut mereka itu adalah benar. Salah satu contoh lain adalah saat Ponari dukun cilik menyihir masyarakat Indonesia untuk yakin dan percaya kepada kesaktiannya. Kepercayaan atau keyakinan ini secara tidak disadari akan memberikan pengaruh dan sugesti terhadap seseorang. Jika anda mengalami kesulitan untuk meyakinkan orang lain tentang suatu hal, anda dapat mengambil inti dari cerita ini untuk membantu anda.

Doktrin, Cara Ampuh Menanamkan Influence


Saat Cliff Muntu, Praja IPDN tewas, semua orang di jajaran sekolah tinggi negara tersebut diam. Tidak ada yang mau berbicara tentang masalah tersebut, sampai akhirnya muncullah seorang dosen, Inu, yang berani berkoar-koar tentang kebobrokan IPDN. Mengapa hal itu dapat terjadi? Doktrin! Itu adalah jawabnya.

Doktrin secara harafiah diartikan sebagai penanaman sebuah nilai kepada individu atau kelompok tertentu dengan maksud untuk mempengaruhi. Tidak semua doktrin itu jelek, hanya saja kita perlu melihat sampai sejauh mana fungsi tersebut digunakan. Beberapa waktu yang lalu saat sekolah tinggi negara IPDN kembali tercoroeng namanya karena ada salah satu Praja yang tewas, masyarakat kembali bertanya-tanya, apa benar memang IPDN sedemikian parahnya sampai kejadian yang sama terulang kembali. Hasil penelusuran berbagi media cetak maupun elektronik di Indonesia hampir-hampir menemui jalan buntu karena tidak ada satupun orang di jajaran IPDN yang mau menjual cerita.

Back to the topic tentang doktrin, sadar atau tidak, setiap hari kita selalu dihadapkan oleh sebuah pendoktrinan. Namun pada penerapannya, ada beberapa yang memang sengaja diterapkan sebagai doktrin, maupun yang terjadi secara tidak sadar. Sistem pendiikan adalah salah satu bentuk doktrin yang disengaja. Saya punya teman yang bekerja sebagai dokter di angkatan laut. Dia mengatakan bahwa doktrin yang diberikan sangat kuat. Bagaimana mereka harus bersikap dan berbuat. Beruntung mereka dihadapkan pada suatu pendoktrinan yang berjenjang, sehingga secara bertahap mereka dapat menyesuaikan. Masih ingat Adolt Hitler? Pemimpin Nazi yang sampai saat ini namanya masih sangat melegenda. Hitler menerapkan doktrin yang sangat kuat kepada anak-anak sejak usia yang sangat muda. Mereka disiapkan untuk menjadi pemimpin Nazi. Mereka terisolasi dari dunia luar, hanya diberikan materi-materi yang berkaitan dengan per-Nazi-an. Hal ini tentu saja memberikan dampak yang sangat kuat kepada anak-anak tersebut. Sama halnya dengan pendidikan keagamaan di biara, atau di pondok pesantren. Semua tujuannya sama, menanamkan sebuah nilai.

Bagaimana dengan doktrin secara tidak langsung? Saya menilai bahwa dalam kehidupan sehari-hari, kita dihadapkan oleh pendoktrinan yang secara tidak sadar itu tertanam masuk kedalam diri kita. Oleh karena itu, kita perlu untuk berhati-hati dalam menyikapinya. Doktrin secara tidak langsung ini kerap dapat membuat kita benar-benar terpengaruh. Contohnya, Anda tinggal di suatu lingkungan yang kehidupannya keras. Untuk mencari makanan sangat susah, bahkan kadang perlu untuk sampai berkelahi. Secara tidak langsung Anda akan ter-doktrin untuk dapat mencari makanan untuk kehidupan Anda dan keluarga. Jakarta, ibukota Indonesia, kota yang selalu disibukkan dengan berbagai macam kegiatan dari pagi hingga pagi lagi. Karyawan-karyawan yang bekerja di Jakarta, dimanapun dia bekerja, mereka sudah ter-doktrin untuk bangun pagi, bergegas mencari angkutan umum, berlari untuk mendapatkannya, hingga berdesak-desakan untuk mendapatkan tempat. Hal ini muncul karena kebiasaan yang dilakukan setiap hari. Saya menyebut hal ini sebagai doktrin tidak langsung. Di benak mereka sudah tertanam, "Oh, saya harus bergegas. Jam sekian sudah keluar dari rumah, jam sekian harus sampe di tempat menunggu bis, sehingga sampai kantor jam sekian dan tidak terlambat". Sadarkah Anda?

Sekarang masalahnya, bagaimana jika yang ter-doktrin ke diri kita secara tidak langsung tadi adalah suatu hal yang negatif? Hampir dipastikan yang tertanam dalam diri Anda adalah nilai-nilai negatif yang dapat membuat Anda menjadi tidak maju.

Hal sepele saja, setiap hari saya bekerja, menggunakan sepeda motor ke kantor, melewati sebuah perempatan jalan, lengkap dengan traffic light yang berfungsi sempurna, plus ada time counter yang menunjukkan berapa lama lagi lampu merah akan berganti menjadi lampu hijau, atau sebaliknya. Perempatan tersebut cukup jauh dari pusat kota, sehingga jarang sekali ada polisi yang menjaga daerah itu. Secara kebetulan juga, perempatan tersebut merupakan persimpangan antara jalan raya menuju ke airport dan jalan ke daerah industri. Saya cukup heran dengan pemandangan yang setiap hari saya lihat. Lampu merah dinyalakan setiap 99 detik, sedangkan lampu hijau hanya 30 detik. Keempat jalur di perempatan tersebut menyala berbeda waktu. Beberapa orang yang "kurang sadar" dengan peraturan lalu lintas, selalu menerobos lampu merah ketika ketiga jalur lainnya sepi kendaraan.

Saya melihat hal ini adalah sebuah doktrin yang terjadi secara tidak langsung. Awalnya mungkin hanya satu dua orang yang melakukan hal itu, bisa karena memang mereka sengaja, atau karena sesuatu hal lain. Namun pada akhirnya sekarang, hampir semua sepeda motor berlaku demikian. Hampir dipastikan, orang yang lewat di daerah itu tiap harinya adalah orang yang sama. Awalnya orang yang taat pada lampu penanda itu, tetap berhenti saat lampu merah menyala. Berhubung setiap hari yang mereka lihat adalah orang-orang banyak yang menerobos, secara tidak sadar, lama kelamaan di otak mereka tertanam hal serupa. Dan mereka juga melihat, hal ini belum menjadi masalah. Tidak ada polisi yang menindak, dan untunya tidak sampai terjadi kecelakaan.

Itu contoh sepele yang terjadi di kehidupan kita. Saya hanya ingin mengingatkan Anda sekalian, hati-hati dengan sebuah doktrin, terutama yang terjadi pada kita secara tidak langsung. Anda perlu flash back sejenak dengan rutinitas Anda, dengan lingkungan Anda bekerja, dengan pergaulan Anda. Apakah Anda sudah menyadari akan doktrin secara tidak langsung yang tertananam pada diri Anda dan bersifat negatif? Jika ada, segera ditanggulangi, demi kebaikan Anda sendiri dan juga orang lain.

Pacarin, Kalo Perlu Ajak Kawin

What do you think with the title?

Ini bukan tentang teknik berpacaran, tapi tentang teknik pendekatan dan motivasi. Pada awal saya pindah kerja, saya merasa stress. Saya datang sebagai seorang kepala, bukan staff. Saya harus memimpin orang-orang yang jauh lebih senior dari saya di perusahaan itu. Tentu saja dengan like and dislike mereka terhadap saya. Satu persatu dapat saya taklukkan (bukan dalam pertandingan tinju atau smack down). Menaklukkan dalam arti influence. Bagaimana membuat mereka semua satu visi dengan saya, menghargai dan menghormati saya sebagai pemimpin mereka. Tetapi ada satu orang yang very difficult untuk ditaklukkan, dan kebetulan wanita.

Singkat kata, saya sempet depresi... nih orang susah bener diajak ngomong. Tapi saya paham bener, tipikal orang gini harus dielus dari bawah. Saya sempet curhat dengan atasan saya yang kebetulan tidak sekota dengan saya. Saya cerita panjang lebar. Dia malah tertawa. Terus dia bilang gini, "Lu belum punya cewe kan? Udah.. deketin... tempel aja... pacarin, kalo perlu ajak kawin, ntar pasti luluh". Saya dalam hati bingung, mampus dong kalo gitu.

Tapi itu hanya permainan kata-kata dari atasan saya. Saya mengerti apa yang dia maksudkan. Maksudnya, saya mesti ganti metode pendekatan ke bawahan saya. Cari cara yang lain, yah... sedikit rayuan gombal di era pacaran. Walhasil.. setelah metode berganti, takluk juga tuh.

Inti dari permasalahan ini sebenarnya sepele. Pendekatan kepada seseorang itu sangat penting. Tiap manusia adalah unik. Masing-masing punya kepribadian berbeda-beda. Tinggal bagaimana cara menyentuh dia agar masuk ke bagian kita. Bahasa keren nya adalah influence. Bagaimana kita mempengaruhi orang lain untuk mengikuti kita.

Banyak cara untuk mempengaruhi seseorang. Sebenarnya, dari pengalaman saya, kunci influence cuma satu. Kita harus mengerti dunia mereka. Itu saja. Misalkan kita mau mempengaruhi tukang becak buat pilih kita jadi walikota, pelajari dulu dunia becak. Gimana cara jalanin becak yang bener, cara merawat becak yang bener, dll

Dengan kita mengerti dunia mereka, kita pasti akan mendapatkan respek dari mereka. Mereka akan menghargai kita, mereka merasa bahwa kita mengerti apa yang mereka kerjakan. Kita mendapatkan respek mereka bukan dari otoriter kita, bukan dari kekuatan kita.

Selamat mencoba

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting Coupons