Tampilkan postingan dengan label Mind Set. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mind Set. Tampilkan semua postingan

Segala Sesuatu Pasti Ada Hikmahnya


Pernah gagal dalam menjalani sesuatu? Atau pernah merasa melakukan suatu hal yang sia-sia? Hmm jika hal itu membuat anda berlarut-larut dalam kesedihan dan boring dan stress.. well coba ikuti salah satu trik saya. Sesuai dengan judul tulisan ini, saya punya sebuah trik untuk mengatasi kegagalah, yaitu "Segala sesuatu pasti ada hikmahnya".

Saya punya pendapat bahwa seagala sesuatu itu pasti mempunyai 2 sisi yang berbeda. Atas-bawah, kanan-kiri, hitam-putih, bersih-kotor, positif-negatif, dll. Demikian juga dengan hidup ini. Kadang kita berhasil, kadang kita gagal. Jika anda gagal menjalani sesuatu, pandang hal ini dari sisi lainnya. Pasti ada yang dapat kita peroleh dan akan membantu kita untuk menjadi lebih baik di kemudian hari.

Ada sebuah ilustrasi cerita tentang pengambil air.

Ada seorang wanita pengambil air. Setiap hari dia bekerja mengambil air di pegunungan pada pagi hari, dan kembali menjelang siang hari. Dia mengambil air dengan pikulan dan dua buah ember di pikulan tersebut. Karena sesuatu hal, ember sebelah kirinya bocor dan dia belum mampu untuk memperbaikinya hingga berminggu-minggu lamanya.

Pendapatannya dari mengambil air pun berkurang karena air di ember kiri selalu habis saat sekembalinya dari gunung. Pada suatu malam dia berkeluh kesah kepada embernya, menyesal karena tidak dapat memperbaikinya. Namun embernya berkata, "Hai pengambil air, janganlah kau menyesal. Lihatlah jalanan sepanjang rumahmu menuju gunung. Bunga-bunga indah bermekaran karena kau sirami dengan embermu yang rusak ini"

Mungkin sedikit klise, tapi itu adalah cara pandang dari sudut yang berbeda. sesuai dengan judulnya, segala sesuatu pasti ada hikmahnya.

Siapa Bilang Pelawak Tidak Bisa Menjadi CEO


Jika anda telah membaca buku Pilot Your Life, anda pasti sedikit banyak telah mengetahui kiprah Ron Shaw, CEO Pilot Pen. Ron CEO di Pilot Corp US, setelah dia dipecat dari BIC yang notabene adalah kompetitor utama dari Pilot pen.

Percaya atau tidak, sebelum menjadi CEO di Pilot, Ron adalah seorang komedian. Ya, ini semakin membuktikan salah satu hal yang saya yakini, yaitu, "Nothing is Impossible, Impossible is Nothing"

Banyak joke-joke segar yang cukup membuat saya tertawa saat membaca buku tersebut. Tentu saja karena yang menulis adalah mantan komedian. Yang menarik adalah bahwa Ron mempunyai keinginan yang kuat, dan tentu saja insting yang hebat. Bagaimana Ron kecil bekerja menjadi loper koran dan mencicil sebuah sepeda. Bagaimana Ron kecil melamar sebagai loper koran dengan "memalsukan" umurnya. Menarik untuk dibaca.

Saya tidak membahas isi buku itu lebih lanjut, namun saya lebih tertarik untuk membicarakan bahwa apapun latar belakang anda, apapun anda sekarang, anda dapat menjadi apapun yang anda inginkan. Start with your dream. Setelah itu anda harus mempunya rencana dan target untuk mencapainya. Niscaya jika keinginan anda itu lurus, pasti akan tercapai.

Seperti hal nya Ron, dia mempunya keinginan yang kuat untuk maju. Bagaimana dia berani untuk mendobrak hal-hal yang menjadi hambatan baginya untuk maju. Bagaimana Ron keluar dari masa-masa

Uji Tingkat Ke-PORNO-an Anda

Silakan lengkapi kata-kata dibawah ini menjadi sebuah kata. Tulis jawaban anda di kertas, setelah itu cocokkan dengan kunci jawaban yang ada di bawah. Karena ini hanya tes biasa, maka diharapkan kejujuran untuk tidak melihat kunci jawaban yang ada pada gambar ke dua.
Selamat Mencoba!

Pertanyaan:

Scroll ke bawah untuk melihat jawaban
















































Jawaban


Berapakah jawaban anda yang seuai dengan kunci jawaban?

Kisah Penjual Bra


Sebuah cerita menarik, diambil dari buku yang pernah saya baca. Diceritakan kembali dengan bahasa saya.

Cerita tentang sebuah perusahaan penjual Bra yang mencoba meng-explore marketnya ke sebuah suku pedalaman Amazon yang terkenal suka memakan manusia.

Bos perusahaan bra tersebut mengutus seorang salesman nya untuk pergi ke suku Amazon menjual bra model baru, beberapa diantara-nya dengan size jumbo. Salesman tersebut merupakan salah satu dari TOP 5 salesman di perusahaan itu. Sesampainya di perkampungan Amazon, salesman tersebut merasa ciut nyalinya karena takut dengan keadaan di suku Amazon, dengan sebuah fakta bahwa tidak ada seorang wanita pun di suku Amazon yang menggunakan bra.

Dalam hatinya dia berkeluh kesah, bagaimana mungkin saya dapat menjual bra. Ditempat ini tidak ada seorang pun yang menggunakan bra.

Tak lama kemudian salesman itu pulang kembali ke kantornya. Dia memberikan laporan dengan wajah lesu kepada bosnya. "Sangat sulit bos untuk menjual sebuah bra disana". Bos nya langsung kaget, dan menanyakan sebab nya. Salesman itu menjawab "Tidak ada seorang pun disana yang memakai be-ha. Semuanya bertelanjang dada. Bagaimana mungkin saya dapat menjualnya". Bos tersebut cukup sedih mendengar penuturan dari karyawannya, dan dia mengajukan pertanyaan kepada tim sales yang lain, apakah ada ide.

Seorang salesman muda mengangkat tangan. Dia mengatakan kepada bos nya untuk diijinkan berangkat ke Amazon melakukan deal penjualan. Bos nya cukup bingung, namun pada akhirnya dia memutuskan untuk mengirimkan salesman muda itu Amazon.

2 minggu berlalu, belum terdapat kabar dari salesman muda tersebut. Bos nya sudah berharap cemas, dan mengira bahwa anak muda itu sudah dijadikan santapan makan malam oleh suku Amazon. Ditengah kebingungannya, berderinglah Blackberry bos tersebut, ternyata ada kabar dari si salesman muda.

Salesman : "Bos, lapor, ternyata market disini sangat luaarrrr biasaaaa"
Bos : "Bbb.. bagaimana bisa?"
Salesman : "Disini semua wanitanya tidak ada yang menggunakan bra bos. Ini sebuah pasar yang sangat hebat bagi kita untuk melakukan penjualan. Bahkan kita dapat menjual banyak bra dengan ukuran oversize disini bos"

Mendengar kabar tersebut, bos nya tentu saja menjadi girang tak karuan dan langsung mengirimkan 1 container berisi bra ke suku Amazon.

Beberapa saat setelah menutup telponnya, ada BBM masuk dari salesman tersebut yang isinya, "Bos, minta ijin stay disini 1 bulan lagi, saya mau cuci-cuci disini ROTF"

Ada 2 cara pandang berbeda yang kita lihat dalam kisah ini.
Cara pandang pertama adalah seseorang yang melihat sesuatu hal dari sisi negatif nya dulu. Salesman pertama mempunyai cara pandang yang negatif. Dia sudah langsung merasa ada yang tidak mungkin lewat mata dia. Berbeda dengan salesman kedua yang menanggapi ketidak mungkinan itu menjadi suatu hal positif

Sering dalam kehidupan kita mengambil cara pandang yang pertama. Sebenarnya dibalik itu, terdapat suatu hal positif yang dapat dilakukan.


Taken from: "Fight Like A Tiger Win Like A Champion"

Jam Kerja Manusia


Tahukah anda, dalam 1 tahun terdapat 365 hari?
Apakah anda pernah mengeluh tentang kesibukan anda setiap harinya?
Coba kita lihat dulu


Ada 52 hari minggu dalam 1 tahun, artinya kita mempunyai 52 hari libur. Sisa hari kerja kita hanya 313 hari.

Di Indonesia, setiap tahunnya ada sekitar 13 hari libur nasional seperti tahun baru, natal, idul fitri, dll. Sisa hari kerja kita tinggal 300 hari.

Beberapa kantor di Indonesia menggunakan 5 hari kerja, itu artinya Sabtu libur. Ada juga kantor yang di hari Sabtu hanya setengah hari kerja. Jadi kita hitung ada free 4 jam untuk tidak bekerja selama 1 minggu, atau setara dengan 8 hari. Sisa hari kerja tinggal 292 hari.

Sebelum berangkat beraktivitas, manusia perlu mandi dan bersiap. Setidaknya 1 jam digunakan untuk hal ini, atau setara dengan 13 hari, sisa hari kerja tinggal 279 hari.

Perjalanan yang ditempuh setiap hari setidaknya memakan waktu 2 jam, setara dengan 26 hari. Sisa 253 hari untuk bekerja.

Menurut ilmu kesehatan, manusia butuh 8 jam sehari untuk beristirahat. Itu artinya setara dengan 121 hari. Sisa hari kerja kita tinggal 132 hari.

Manusia adalah manusia. Banyak hal diluar pekerjaan yang harus dilakukan dan terjadi.
Menurut penelitian, setidaknya manusia pernah sakit selama 5 hari dalam 1 tahun. Sisa hari kerja kita tinggal 127 hari

Manusia juga butuh makan setiap harinya. Hal ini menghabiskan waktu setidaknya 2 jam dalam sehari, atau setara dengan 30 hari. Sisa hari kerja kita tinggal 97 hari.

Manusia butuh berinteraksi dengan sesamanya. Menurut penelitian juga, sedikitnya manusia berbicara dan menggosip selama 2 jam dalam sehari, itu setara dengan 30 hari. Sisa hari kerja kita tinggal 67 hari.

Sebagai mahluk ciptaan Tuhan, manusia pasti beribadah. Setidaknya 1-2 jam perhari digunakan untuk hal itu. Jika dialokasikan 25 hari dalam setahun, maka sisa hari kerja kita tinggal 42 hari.

Refreshing merukapan salah satu hal penting dalam kehidupan manusia. Entah itu sekedar menonton TV, atau jalan-jalan. Setidaknya seorang manusia menghabiskan sekitar 2 jam perhari untuk hal ini, setara dengan 30 hari. Sisa hari kerja kita tinggal 12 hari.

---------------------------------- potong disini -----------------------------------

Beruntunglah para pekerja karena masih ada istirahat siang setidaknya 1 jam perhari, setara dengan 10 hari dalam setahun. Sisa hari kerja tinggal 2 hari.


Masih adakah yang mengeluh dengan 2 hari ini?



---------------------------------- potong disini -----------------------------------

Padahal 1 hari diambil cuti untuk ulang tahun istri, 1 hari nya lagi diambil cuti untuk ulang tahun anak tercinta.



Jangan pernah mengeluh dengan pekerjaan anda !!!

Sudahkah Orang Mengingat Nama Anda?



Orang tua saya mempunyai sebuah toko barang-barang kebutuhan sehari-hari. Kadang kala waktu saya tidak malas, saya ikut membantu menjaga toko, maklum masih kecil, pengennya main terus. Suatu hari, ada seorang pembeli, ibu-ibu tua, berkata kepada saya, "Mas, mau beli Blue Band dong".Saya bertanya kepada ibu itu, "Yang besar atau yang kecil Bu?" Ibu itu menjawab, "Yang kecil aja". Saya segera mengambilkan si Blue Band. Waktu saya memberikan Blue Band kepada ibu itu. Kemudian ibu itu berkata lagi, "Oh bukan yang ini mas, yang itu" dia menunjuk margarine merk lain.

Itu adalah satu dari sekian banyak brand di Indonesia yang di-salah kaprah-kan. Jika tidak salah, Jaya Suprana menyebutnya sebagai kelirumologi. Lain hal nya dengan Jaya Suprana, dosen saya waktu kuliah dulu, Kresnayana Yahya, menyebutnya sebagai ilmu Brand Management. Bagaimana membuat brand image dari suatu produk menjadi nomer 1 di masyarakat. Banyak contoh kasus lain selain "Blue Band". Softex dan Aqua merupakan 2 contoh brand yang bertahun-tahun menjadi penguasa di Indonesia.

Hubungannya dengan judul diatas apa? Saya tidak menulis tentang ilmu Brand Management, karena saya nothing dalam hal itu. Saya hanya mencoba mengaitkan dengan image kita sebagai manusia. Jika saya menyebut microsoft, nama orang yang ada di benak anda adalah? Bill Gates. Sekarang bagaimanakah nama anda diingat oleh orang-orang di sekitar anda? Tidak usah muluk-muluk diingat diseluruh dunia. Cukup kita mulai dengan orang-orang disekitar anda.

Saya punya seorang mantan rekan kerja yang sangat dikenal di kantor saya dulu, dan bahkan sampai sekarang jika saya berkumpul dengan teman-teman kantor lama untuk sekedar makan malam atau minum kopi, masih muncul image yang sama tentang orang tersebut. Dia diingat karena sifatnya yang seenaknya sendiri, sok berkuasa, padahal dia tidak mempunyai kemampuan apa-apa, dan hasil kerja tidak terlalu bagus. Kok semuanya hal jelek ya? Memang, manusia lebih mudah merekam hal-hal yang negatif dalam otak mereka, dibandingkan dengan hal-hal yang bagus. Tak heran jika banyak orang menjadi lebih mudah sakit hati dibandingkan menjadi bahagia.

Kembali ke topik utama tulisan ini, "Sudahkah orang mengingat nama anda?" Mengingat dalam artian hal yang bagus. Misalkan jika menyebut nama Kartini, yang terlintas adalah seorang pahlawan wanita Indonesia yang terkenal karena memperjuangkan emansipasi wanita Indonesia. Bagaimana dengan anda? Apa yang terlintas dipikiran teman-teman anda saat anda menanyakan arti nama anda kepada mereka? Hal-hal baik? Atau buruk? Jika lebih banyak hal buruk daripada yang baik, berarti anda perlu meng-improve diri anda untuk menjadi lebih baik.

Buat orang menyebutkan nama anda saat ada pertanyaan, "Siapa teman anda yang paling baik?" Buat orang mengingat anda untuk hal-hal yang positif. Jadilah seperti Blue Band, Softex dan Aqua di dalam kehidupan ini

Explore Your Creative Thinking

Saya pernah mendapatkan sebuah pengalaman menarik saat mengikuti training leadership di Dale Carnegie tentang metode berpikir. Trainer nya memberikan metode berpikir traffic light. Pola pikir manusia diibaratkan dengan lampu perempatan jalan. Ada tiga warna di lampu tersebut, merah, kuning dan hijau. Demikian juga sebaiknya manusia berpikir.

Sebelum masuk ke traffic light method, cobalah anda mengikuti sedikit tes berikut ini.



Buatlah pada selembar kertas, 25 buah lingkaran yang cukup untuk diisi sebuah kata. Ambil jam, dan hitung dalam waktu 1 menit, tuliskan semua benda yang berbentuk lingkaran, bundar, atau bulat, di masing-masing lingkaran tersebut, tiap lingkaran 1 benda.

STOP SAMPAI DISINI SEBELUM ANDA MELANJUTKAN MEMBACA, PASTIKAN ANDA TELAH MENYELESAIKAN TES INI SEBELUM MEMBACA KELANJUTANNYA.

Setelah 1 menit, berapa bendakah yang dapat anda tuliskan? 10? 15? atau 35? Atau? Simpan dulu jawaban anda.

Pada waktu saya mengikuti tes tersebut, saya dapat memenuhi semua lingkaran tersebut dengan benda yang dimaksudkan. Ada 8 peserta training, termasuk saya, sebagian besar hanya mampu menyelesaikan 10-15 lingkaran. Bagaimana dengan anda?

Jika anda dapat menyelesaikan sedikitnya 20 lingkaran, sadar atau tidak, otak anda sudah berpola pikir traffic light. Metode ini menurut saya cukup bangus untuk brainstorming.

Secara prinsipal, metode traffic light dimulai dari lampu hijau. Lampu hijau mengisyaratkan di jalan raya bahwa kendaraan boleh melintas. Sama hal nya dengan pola pikir kita. Lintaskan semua yang ada dalam pikiran kita. Sebagai contoh untuk contoh tes diatas, bebaskan semua pikiran anda, termasuk ide-ide gila yang mungkin tidak masuk akal. Benda berbentuk lingkaran, bulat, bundar, apa saja itu? Pikiran normal manusia pasti menyebutkan hal-hal yang sudah mereka rekam di otak bawah sadar, yang sehari-hari sering dijumpai, seperti velg mobil, bola & cincin. Pernahkah anda berpikir saat mengisi tes tadi untuk menuliskan "gelas tampak atas"? Atau menuliskan bola voli dan bola basket?

Trainer saya pada waktu itu menceritakan, salah satu trainee nya yang kebetulan hobi bermain bilyar, dengan mudah mendapatkan 22 jawaban dalam waktu kruang dari 10 detik. Mulai dari bola putih, bola nomer 1 s/d no 15, lubang 1 s/d lubang 6. Pernahkah anda bepikir demikian?

Itu adalah metode berpikir lampu hijau. Menghalalkan semua hal untuk masuk ke dalam pikiran kita. Pola pikir ini benar-benar cocok untuk brainstorming. Nah setelah semua ide-ide gila masuk, baru dilakukan filterisasi pada lampu kuning. Mana yang ok dan mana yang tidak. Misalkan dari contoh si pemain bilyar tadi, bola putih, bola 1 s/d 15 dianggap sama, kemudian lubang 1 s/d 6 dianggap sama. Terakhir kita gunakan lampu merah untuk mendapatkan hasil yang sesunggnya, yaitu bola dan lubang. 2 buah benda yang berbentuk lingkaran, bundar atau bulat.

Coba gali pikiran lebih dalam, anda pasti akan dapat mengembangkan kreativitas dalam berpikir, dan mendapatkan final decision yang sangat bagus. Selamat mencoba!

Pilihan Antara Wayne Rooney Dan Christian Vieri


Jika anda penggemar sepak bola, dan sudah menjadi penggila bola sejak lama, pernahkah anda mengamati tipe striker jaman dahulu dengan jaman sekarang? Apa sih bedanya Christian Vieri, mantan penyerang utama timnas Italia dengan Wayne Rooney, punggawa Manchester United sekaligus striker utama timnas Inggris? Bukan karena Bobo, panggilan akrab Christian Vieri, lebih tinggi dari Rooney, bukan juga karena Vieri dari Italia, Rooney asli Inggris, tapi lebih dari cara mereka mendapatkan bola. Wayne Rooney sering kali menjemput bola sampai ke tengah lapangan, sedangkan Vieri lebih suka bertengger di kotak penalty, menunggu umpan dari pemain tengah.

Itulah perbedaan reaktif dan proaktif. Secara harafiah, reaktif dikatakan sebagai hasil suatu stimulan. Orang yang reaktif lebih suka bereaksi dari hal-hal yang dia alami. Sebagai contoh Vieri tadi. Dia lebih suka untuk menunggu dan menunggu, sampai ada bola mendekati dirinya, untuk segera diceploskan ke dalam gawang. Beda halnya dengan proaktif. Sering kali orang berkata, jaman sekarang kita harus sering-sering menjemput bola, rejeki tidak mungkin datang begitu saja. Itulah yang dinamakan proaktif. Kita harus lebih banyak aktif dalam mengerjakan suatu hal untuk mencapai tujuan kita. Wayne Rooney sering menjemput bola dari tengah lapangan, menggiringnya ke depan, sambil sesekali melakukan "One-Two", atau umpan satu dua dengan rekan satu tim nya.

Secara statistik, orang yang bersifat proaktif akan lebih mempunyai peluang dibandingkan dengan orang yang bersifat reaktif. Anggap saja jaman dahulu kala, saat permainan judi SDSB sangat populer di Indonesia, orang sering bermain-main dengan teori probabilitas dan "luck". Pertama kita mengesampingkan faktor "luck" terlebih dahulu. Kita berbicara tentang teori probabilitas. Jika angka 00 sampai dengan 99 dianggap sebagai semesta-nya, maka kemungkinan menang jika kita memasang angka 10 adalah 1 per 100 atau 1%. Setuju? Saya bukan ahli statistik, tapi ini bisa dinalar dengan akal sehat kita. Bagaimana caranya agar kita bisa menang? Logikanya, kita harus meningkatkan persentase kemungkinan menang kita. Kita pasang nomor lain, misal 20. Jika kita memansang 2 nomor, maka kemungkinan kita menang meningkat dari 1% menjadi 2%. Demikian seterusnya, Kesimpulannya, semakin banyak kita memasang nomor, semakin banyak pula kemungkinan kita menang.

Relasi dengan Wayne Rooney dan Christian Vieri
Jika dalam suatu pertandingan sepak bola, jika seorang pemain lebih sering mendapatkan bola untuk ditendang ke gawang, semakin besar juga kesempatan dia untuk mencetak gol. Sama dengan bermain SDSB tadi. Pasang semakin banyak, kemungkinan menang semakin besar pula. Logikanya, jika Wayne Rooney sering menjemput bola dari tengah lapangan, kemungkinan dia mendapatkan bola untuk ditendang ke gawang akan lebih besar jika dibandingkan dengan Christian Vieri yang suka menunggu di dalam kotak penalty. Inilah yang disebut proaktif (Rooney) dan reaktif (Vieri).

Dalam kehidupan kita sehari-hari, banyak pakar menyarankan kita untuk bersifat proaktif. Steven Covey dalam bukunya "Seven habits of highly effective people" juga mengatakan hal demikian. Dia menganjurkan pembacanya untuk lebih proaktif jika ingin sukses. Sebenarnya budaya orang Indonesia sudah mencerminkan hal demikian. Paling kuat budaya ini saya lihat di orang Madura. Maaf, bukan bermaksud rasis dan mendiskreditkan suku tertentu. Saya sangat kagum dengan sifat proaktif yang dimikin orang Madura. Di beberapa kota, bahkan orang Madura menjadi raja pasar dan raja barang-barang bekas. Padahal yang bermain di wilayah itu tidak hanya orang Madura saja. Mengapa mereka bisa sukses? Karena mereka menggunakan strategi Wayne Rooney, menjemput bola. Mereka tidak hanya duduk diam saja menunggu pedangang. Mereka "belusukan", istilah dalam bahasa Jawa yang kurang lebih artinya adalah masuk ke tempat-tempat pelosok yang susah dijamah orang, mencari resources untuk pekerjaan mereka. That's the point.

Jadi, anda lebih memilih menjadi Wayne Rooney yang proaktif, atau Christian Vieri yang reaktif? Anda yang menentukan.

Orang Yang Sukses Apakah Selalu Orang Yang Ahli?


Jika anda tidak ahli memasak apakah mungkin anda sukses bisnis rumah makan ? Demikianlah pertanyaan yang seringkali muncul ketika ada orang yang tidak ahli dalam melakukan sesuatu hal, tapi bisa sukses di bisnis tersebut. Di sekeliling kita ada orang tidak ahli memotong rambut tapi bisa sukses berbisnis salon, ada orang tidak mahir bahasa Inggris, bisa mendirikan kursus Bahasa Inggris, tidak tahu soal perbengkelan, usaha bengkelnya sukses.


A. Khoerusalim adalah contoh seorang yang mengaku tidak tahu bagaimana cara membuat donut, tapi kita tahu Country Donuts adalah bisnis utamanya yang berkembang sangat pesat, jauh meninggalkan bisnis donut milik orang lain yang sudah mendapat sertifikat mahir kursus membuat donuts. Sebaliknya ada orang ahli komputer, mendirikan usaha komputer kurang laku, guru Bahasa Inggris mendirikan kursus bahasa Inggris kurang berkembang, banyak lulusan kursus perbengkelan, salon kecantikan dan lain-lain, malah usahanya kurang berkembang. Ketika kita mencoba mencari jawaban mengapa itu bisa terjadi, sebagian orang akan mengatakan "yach memang itulah nasib" mitos ini merupakan penghambat terbesar bagi kesuksesan seseorang .

Untuk menelaah mengapa orang tidak ahli "membuat barang tertentu" bisa sukses menjalankan bisnis di bidang "barang tertentu" tersebut, mari kita simak pertanyaan berikut:

  • Apakah untuk bisa mendirikan klinik atau rumah sakit, anda harus menjadi dokter terlebih dahulu ?
  • Apakah klinik milik dokter selalu lebih sukses dibanding yang bukan milik seorang dokter?
  • Apakah bengkel milik mekanik selalu lebih sukses dibanding yang milik orang tidak ahli mekanik?
  • Apakah orang yang hobby fotografi selalu lebih sukses dalam menjalankan usaha studio foto dibanding mereka yang tidak hobby fotografi ?

Bahwa ternyata, untuk sukses dalam menjalankan bisnis, anda tidak harus ahli di bidangnya. Juga tidak harus sesuai hobby. Yang penting adalah anda punya minat yang sangat kuat untuk memajukan bisnis tersebut. Hati-hatilah jika anda sekarang tengah bergulat mencoba memajukan bisnis yang sesuai dengan hobby atau keahlian anda, karena acapkali orang-orang yang ahli atau hobby dalam bidang tertentu, cenderung sulit mendelegasikan pekerjaan yang sudah jadi keahliannya. Mereka yang sangat ahli, kerapkali menganggap orang lain tidak bisa melakukan pekerjaan sebaik mereka. Keluhan mereka yang paling umum adalah,"wah, sulit sekali mendapatkan orang yang bisa bekerja baik dan bekerja keras seperti saya".

Mengapa mereka berhasil dalam bisnis padahal tidak ahli di bidang itu?

  1. Mereka yang tidak ahli dalam bidang tertentu tapi bisa sukses adalah karena mereka selalu fokus memajukan bisnisnya, bukan pada masalah teknik bekerjanya. Mereka percaya bahwa ada orang lain yang sangat ahli yang bisa menjadi bagian dari organisasi perusahaannya. Mereka memberikan kesempatan timnya untuk meningkatkan kualitas kerjanya. Mereka tidak pernah takut, orang yang pintar bekerja itu akan pindah atau keluar untuk menjadi pesaingnya. Karena sesungguhnya, bisnis apapun apabila berkembang cukup baik, pasti akan mendatangkan pesaing.
  2. Mereka yang tidak ahli dalam pekerjaan tertentu, selalu mengembangkan dirinya "bekerja" sebagai pemimpin. Yang selalu ia pelajari adalah bagaimana bisa memimpin satu orang, dua orang, hingga ribuan orang.
  3. Terkait dengan sikap kepemimpinannya, mereka sangat pandai mendelegasikan pekerjaan. Setiap kali mengerjakan sesuatu, yang mereka pikirkan adalah bagaimana supaya secepatnya bisa didelegasikan ke orang lain.
  4. Mereka pintar bekerjasama dengan banyak orang. Ada orang yang bisa bekerjasama dengan orang-orang tertentu saja, tapi mereka yang sukses berbisnis sangat cepat memutuskan untuk bekerjasama atau tidak bekerjasama dengan orang lain.
  5. Mereka pandai mengembangkan sistem bisnis. Awalnya kelangsungan bisnisnya sangat tergantung pada dirinya, namun dalam perkembangan selanjutnya, sistemlah yang membuat bisnisnya berjalan. Mereka membangun sistem pemasaran, sistem keuangan, sistem pengembangan SDM yang baik
  6. Mereka pandai mengelola waktu. Orang-orang sukses pasti sangat cermat dalam memanfaatkan waktu hidupnya. Mereka sangat efektif dalam berbicara, menulis dan berbagai kegiatannya.
  7. Mereka selalu mengembangkan relasi (relationship). Bahwa kunci sukses mereka dalam menjalankankan bisnis adalah membangun relasi dengan banyak pihak. Mereka adalah orang yang tidak suka berlama-lama duduk di kantor. Kegiatan utama mereka adalah berhubungan dengan banyak orang yang potensial untuk bekerjasama.
Dari tujuh hal di atas, semakin jelas bahwa untuk sukses anda tidak perlu ahli dalam teknik tertentu tapi yang lebih penting adalah mampu mengelola bisnisnya.

Dobrak Mitos-Mitos Menyesatkan!


"Saya ini lahir dari keluarga miskin Pak. Ayah saya miskin, Ibu saya miskin, sodara sodara saya banyak, semuanya miskin. Saya juga ikutan miskin sekarang".

Itulah sepenggal cerita saat bertemu dengan seseorang yang sedang depresi karena hidupnya berada dibawah garis kemiskinan. Menurut dia, dia sudah bertahun-tahun menderita, susah mencari nafkah, dsb, dsb, dsb....


Memang dunia ini kejam. Itulah fakta yang terjadi. Banyak orang beranggapan sekarang, orang kaya akan semakin menjadi kaya, sedangkan orang miskin akan selamanya miskin. Bagi saya itu adalah anggapan yang salah. Totally wrong! 

Di zaman yang serba Hi-Tech ini, kelihatannya masih banyak orang yang percaya dengan hal-hal seperti Shio, Zodiak, Hoki, Nasib, Garis Keturunan, dan masih banyak lagi. Itulah mitos yang menyesatkan. Kemudian munculah pertanyaan seperti tadi diatas. "Saya ini balung kere Pak, mau diapa-apain juga, ya tetep aja pasti gini". 

Ada suatu kisah nyata. Saya dapat dari harian Jawa Pos, edisi Kamis 12 Juni 2008. Tentang seorang pengemis yang menjadi wirausahawan bernama Cak To. Dari pekerjaan mengemis yang dia tekuni sejak usia kurang dari 10 tahun. Kedua orang tuanya adalah pengemis. Dengan memulai mengemis di perempatan jalan, Cak To kini telah menjadi bos Kai Pang, klan pengemis di dunia persilatan. Apa yang dia miliki saat berita ini naik cetak di surat kabar? Jangan terkejut ya, Income Pasif Cak To per hari mencapai 300 ribu rupiah.2 buah sepeda motor sudah dia miliki. Sebuah mobil mewah CRV tahun 2004, plus 4 buah rumah. Unbelieveble bukan!!

Tentu saja hal itu tidak dia dapatkan dengan mudah. Track mengemisnya dilalui dengan banyak halangan. Kerasnya dunia jalanan memaksa dia untuk tetap survive. Sekarang dia telah menjadi bos pengemis, ketua klan Kai Pang, dengan kurang lebih 54 anggota yang tiap hari setor uang kepadanya. 

Diceritakan dalam berita itu bahwa Cak To tidak hanya mengemis begitu saja. Dia mempunyai trik-trik khusus yang dia pelajari dan dia kembangkan, serta dia ajarkan kepada anak buahnya. Nah lo.. mengemis aja butuh belajar.

Inti dari postingan ini adalah, bukan saya mengajak orang-orang untuk mengemis. Tidak. Saya hanya ingin mengatakan, kembangkan diri anda. Lawan mitos-mitos yang anda pandang menghambat kemajuan anda. Jangan percaya jika shio ayam tidak cocok berbisnis anu, atau jangan percaya bahwa keluarga pengemis tidak mungkin menjadi orang sukses. Semuanya mungkin. Nothing is Impossible, and Impossible is Nothng. Semuanya itu memerlukan proses yang tidak mudah. Banyak halangan pasti muncul, termasuk gangguan secara mental tentang mitos-mitos yang menyesatkan. Wake Up Guys! Percaya diri bahwa anda bisa melakukannya. Dobraklah mitos Anda! Banyak belajar dari pengalaman, ingat pepatah lama, pengalaman adalah guru yang terbaik. Plus jangan lupa untuk berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Ubah mind set anda tentang mitos. Selamat mencoba

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting Coupons