4E + P = Perfect Leader



Saya baru saja mengikuti training yang diadakan oleh perusahaan tempat saya bekerja. Training ini ditujukan untuk para leader di perusahaan. Kebetuluan saya menjadi salah seorang leader. Bertempat di daerah Ciawi, daerah yang sejuk dan cenderung dingin, saya dan beberapa peserta dari luar Jakarta berangkat langsung dari airport Soekarno-Hatta menuju ke lokasi. Karena keterbatasan waktu, akhirnya tiba disana acara langsung dimulai, tidak sempat beristirahat. Acara dimulai dengan sosialisasi peraturan baru di perusahaan. Hampir semua peserta termasuk saya kelihatannya masih belum tune karena kelelahan. Saat pembicara dari HRD menyapa, muncul jawaban yang lemas dari peserta.

Setelah sesi berakhir, CEO perusahaan saya muncul ke depan. Beliau mengucapkan salam. Dan anehnya, semua peserta langsung menjawab dengan semangat, termasuk saya. Saya sendiri cukup kaget. Ada 2 hal yang waktu itu ada dipikiran saya, CEO saya mempunya aura leadership yang kuat, atau karena sesi sebelumnya sangat membosankan.

Ada sebuah pesan yang diucapkan oleh CEO, beliau mengutip dari Jack Welch, mantan CEO dari General Electric. Beliau menyampaikan, seorang leader harus mempunyai 5 hal penting:

Energy
Setiap leader harus mempunya energy (positif). Coba saja kita bayangkan, apabila kita mempunya pemimpin yang lemes, tidak bergairah, bagaimana mungkin bawahannya akan menjadi bersemangat. Bagi saya, energi yang harus dimiliki oleh seorang leader adalah energi positif yang berlipat ganda. Butuh motivasi khusus bagi seorang leader untuk mempunyai energi. Tidak hanya secara fisik, tapi juga secara mental. Yang saya lihat pada waktu itu, CEO saya tampil di depan dengan energy yang masih full. Wajahnya terlihat cerah dan bersemangat. Mungkin hal ini yang menyebabkan peserta langsung memberikan respon positif dan bersemangat saat disapa.

Energize
Energize adalah suatu kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang leader untuk memberikan energi kepada orang lain. Tentu saja hal ini hanya dapat dilakukan apabila poin pertama tadi sudah dapat dilakukan. Bagaimana mungkin dapat memberikan suntikan energi kepada orang lain jika dirinya sendiri belum mempunyai energi yang cukup. Baca disini. Proses meng-energize orang lain bukanlah suatu hal yang mudah. Butuh pengalaman dan energi extra plus kesabaran yang cukup. Hal ini terkait dengan proses conseling, yang kebetulan menjadi salah satu topik dari training yang diadakan.

Edge
Edge dikatakan sebagai suatu kemampuan untuk memberikan suatu keputusan. Antara A dan B, antara Ya dan Tidak. Mengambil suatu keputusan adalah satu hal yang tidak mudah. Banyak leader sering terjerumus saat membuat keputusan. Ada satu pesan menarik dari senior saya, sebagai seorang pemimpin, kita diharuskan untuk memutuskan sesuatu. Apa yang telah menjadi keputusan kita, terlepas itu baik atau buruk, entah itu benar atau salah, harus dijalankan terlebih dahulu sebelum direvisi. Hal ini akan membantu seorang leader dalam meng-influence bawahannya. Leader yang plin plan akan menjadi negatif dimata bawahan. Jadi apapun yang telah diputuskan, harus terlebih dahulu dijalankan sebelum direvisi.

Execute
Seorang pemimpin yang mempunyai energi, mampu meng-energize orang lain, dan dapat mengambil keputusan yang tepat, tidak akan berarti banyak jika dia tidak mampu untuk menjalankan apa yang sudah diputuskan itu tadi. Jika keputusan tepat namun tidak dijalankan, hal ini akan means nothing. Oleh karena itu, seorang leader harus dapat menjadi seorang eksekutor juga.

Passion
Perfect leader tidak akan sempurna jika 4E tadi tidak ditambah dengan 1P, yaitu Passion. Passion diartikan sebagai suatu gairah dan semangat yang dimiliki oleh seorang leader dalam upayanya memperhatikan leadership skill nya. Bagaimana dia secara senantiasa memberikan support kepada bawahan, memperhatikan kondisi bawahan, memberikan semangat yang tak kunjung henti. Motivasi dari seorang leader akan sangat berarti kepada bawahannya.

Proses menjadi seorang perfect leader tidaklah mudah. Butuh waktu yang lama. Ada pepatah yang mengatakan, "Pengalaman adalah guru yang terbaik". Memang semakin lama anda menjadi seorang leader, skill leadership anda akan semakin matang. Banyak hal-hal baru yang dapat menjadi pelajaran berharga buat seorang leader. Tak jarang pengalaman dimasa lalu akan membuat seorang leader menjadi lebih besar di masa berikutnya.

4E + P = Perfect leader, selamat mencoba!

0 comments:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting Coupons